info:
Silakan beritahukan apabila ada link yang rusak atau hilang.. :D
Belakangan ini ramai dibahas soal Bobibos, sebuah bahan bakar alternatif berbahan dasar jerami padi yang diklaim mampu menandingi Pertamax Turbo, lebih irit, dan lebih murah. Sebagian orang antusias karena dianggap inovasi anak bangsa, sebagian lain skeptis karena klaimnya terdengar terlalu bagus untuk jadi kenyataan.
Agar objektif, mari kita bahas dari sisi ilmiah, pemanfaatan di kendaraan, serta tantangan implementasinya.
Belakangan ini media sosial diramaikan oleh topik "Bobibos", sebuah inovasi bahan bakar alternatif berbahan dasar jerami padi. Klaimnya sangat menggiurkan: performa setara Pertamax Turbo, jarak tempuh lebih jauh, dan harga jauh lebih murah.
Tentu saja, hal ini memicu pro dan kontra. Ada yang mendukung penuh atas nama "karya anak bangsa", ada pula yang skeptis. Namun, mari kita kesampingkan sejenak emosi dan melihatnya dari kacamata sains. Apakah secara ilmiah jerami bisa jadi bahan bakar? Dan apakah klaim efisiensinya masuk akal?
Berikut rangkuman analisis ilmiahnya.
Jembatan yang terbuat dari zat cair?
Bukan sulap bukan sihir, sebab itu bisa dibuat dengan ilmu fisika. Sebuah tim peneliti dari Austria mendemonstrasikan bahwa kini kita dapat membangun jembatan yang tersusun dari zat cair. Dalam percobaan tersebut, tim ini berhasil memperagakan sebuah jembatan yang tersusun dari air murni yang telah didestilasi tiga kali. Mereka juga menghubungkan celah sepanjang 2,5 centimeter hingga selama 45 menit, seakan melawan pengaruh gaya gravitasi. Sepintas hal ini terdengar seperti sihir, walaupun jelas hanyalah rekayasa fisika. Lantas, apa rahasianya?
NEW YORK--Sebuah asteroid yang termasuk di dalam daftar batu angkasa berpotensi membahayakan Bumi ditangkap kamera melalui planet kita baru-baru ini. Ternyata, ukurannya lebih besar daripada yang diperkirakan para astronom.
Asteroid itu melewati Bumi pada 19 April dan datang dalam 1,5 juta mil (2,4 juta km) dari Bumi. Ini kira-kira enam kali jarak antara Bumi dan bulan.
Pada 24 April lalu, genap 20 tahun sudah teleskop Hubble beroperasi. Pesawat ulang-alik Discovery Amerika Serikat (AS) berhasil mengorbitkan teleskop ruang angkasa yang dioperasikan bersama oleh Badan Antariksa AS (NASA), STSci, dan Badan Ruang Angkasa Eropa (ESA) itu pada 24 April 1990.
JULI 2004 lalu menjadi bulan bersejarah dunia astrofisika karena Stephen Hawking yang pertama kali mengemukakan teka-teki paradoks lubang hitam menyampaikan perubahan pandangannya. Paradoks informasi yang berumur 30 tahun ini menyatakan bahwa informasi yang masuk lubang hitam akan lenyap bersama lenyapnya lubang hitam.
Supernova 1987A yang terjadi di Awan Magellan Besar.
Tanda panah di bagian kanan menunjukkan bintang sebelum meledak
Supernova adalah ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi yang teramat besar. Peristiwa supernova ini menandai berakhirnya riwayat suatu bintang. Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cemerlang dan bahkan kecemerlangannya bisa mencapai ratusan juta kali cahaya bintang tersebut semula.
Bukan sulap, bukan sihir. Rahasia berjalan di atas bara api semata hukum termodinamika. Tak percaya? Profesor fisika University of Pittsburgh di Johnstown, Amerika Serikat, David Willey, telah membuktikannya.