info:
Silakan beritahukan apabila ada link yang rusak atau hilang.. :D
Belakangan ini ramai dibahas soal Bobibos, sebuah bahan bakar alternatif berbahan dasar jerami padi yang diklaim mampu menandingi Pertamax Turbo, lebih irit, dan lebih murah. Sebagian orang antusias karena dianggap inovasi anak bangsa, sebagian lain skeptis karena klaimnya terdengar terlalu bagus untuk jadi kenyataan.
Agar objektif, mari kita bahas dari sisi ilmiah, pemanfaatan di kendaraan, serta tantangan implementasinya.
Belakangan ini media sosial diramaikan oleh topik "Bobibos", sebuah inovasi bahan bakar alternatif berbahan dasar jerami padi. Klaimnya sangat menggiurkan: performa setara Pertamax Turbo, jarak tempuh lebih jauh, dan harga jauh lebih murah.
Tentu saja, hal ini memicu pro dan kontra. Ada yang mendukung penuh atas nama "karya anak bangsa", ada pula yang skeptis. Namun, mari kita kesampingkan sejenak emosi dan melihatnya dari kacamata sains. Apakah secara ilmiah jerami bisa jadi bahan bakar? Dan apakah klaim efisiensinya masuk akal?
Berikut rangkuman analisis ilmiahnya.
Di artikel blog saya sebelumnya, saya memposting Kemampuan Artistik Penderita Disleksia yg saya ambil dari website National Geographic Indonesia, setelah itu saya jadi merasa penasaran penyakit Disleksia tersebut, ingin tahu lebih jauh juga, soalnya tokoh-tokoh terkenal yg beberapa saya gandrungi juga disebut-sebut menderita penyakit tersebut (semisal: A. Einstein, Da Vinci, Walt Disney, John Lennon, Tom Cruise).
Saya putuskan untuk iseng-iseng browsing di Google dan mendapatkan beberapa artikel, seperti biasa, Wikipedia memang yg pertama yg memiliki info yg cukup detail dan, ya, agak ribet dipahami bagi yg males baca.. :D
Akhirnya saya memilih 2 artikel yg menurut saya cukup ringkas dan bisa menjawab rasa ingin tahu saya tentang penyakit ini, yg saya rangkum jadi satu seperti yg saya tulis dibawah ini, cEkIdOT... :>
Jarak antara telunjuk dengan jari manis bisa jadi indikator tingkat keberanian orang untuk mengambil risiko dan kesuksesan dalam bidang finansial.
Pernahkah terpikir bagaimana Leonardo da Vinci dan Pablo Picasso mampu membuat lukisan yang dipuja hingga kini? Ilmuwan mengklaim kalau penyakit
Disleksia yang mereka derita berpengaruh besar atas kemampuan artistik mereka.
- Merpati adalah burung yang tidak pernah mendua hati. Coba perhatikan, apakah ada burung merpati yang suka ganti-ganti pasangan? Jawabannya adalah "tidak" !! Pasangannya cukup 1 seumur hidupnya.
Teman - teman pembaca semua pastinya sudah tidak asing lagi dengan ikan yang pernah dijadikan tokoh dalam salah satu film hiburan anak - anak, “Finding Nemo”. Ikan yang biasa disebut Ikan Badut ini memiliki nama latin Amphiprion ocellaris, memang memiliki penampilan yang cantik, lucu dan cukup menggemaskan, sehingga dapat menarik perhatian bagi siapa saja yang memperhatikan gerak - geriknya itu. Mungkin dari situlah ikan mungil dan “keren” yang juga “menghibur” tersebut diberi sebutan seperti diatas. Satu hal lagi yang menjadi ciri khas dari ikan tersebut adalah motif warna di tubuhnya yang berselang seling.